Langsung ke konten utama

Apa itu PHP? Bagaimana itu PHP?

Hai hai guys, i'm back!!
Ya disini saya kembali lagi dengan laporan tugas saya lagi hahaha. Tugas kali ini membahas tentang apa itu PHP dan bagaimana aja sih PHP itu, dibaca aja ya dibawah! :D

Menurut Wikipedia PHP adalah bahasa script yang dapat ditanamkan atau disisipkan kedalam HTML. Biasanya PHP banyak dipakai untuk pemrograman situs web dinamis.
Sebenarnya, untuk membuat WEB, PHP bukanlah bahasa yang wajib digunakan, kita sebenarnya bisa menggunakan hanya bahasa HTML saja dan PHP sendiri hanya menjadi sisipan didalam script HTML. Seperti dalam pengertian diatas, PHP digunakan untuk membuat situs web dinamis, website dinamis adalah situs web yang bisa menyesuaikan tampilannya sesuai dengan situasi dan kondisi. Selain itu,  website dinamis juga bisa menyimpan data kedalam database, memproses form, dan lain lain.

VARIABEL
Variabel adalah suatu lokasi penyimpanan (di dalam memori komputer) yang berisikan nilai atau informasi yang nilainya tidak diketahui maupun telah diketahui.

Dibawah ini contoh pemakaian variabel pada syntax PHP

<html>
<head>
<title> Contoh Script PHP </title>
<body>
<?php
$nama = "M Rifki Prathama U"; //case sensitive
echo "$nama berkata \"Katakan namamu!\""; //didalam kutip adalah string
?>
</body>
</html>

Halaman HTML diatas merupakan contoh sederhana dengan syntax PHP. Tag <html> sendiri merupakan tag wajib dalam penggunaan HTML. Lalu ada tag <?php yang menandakan bahwa syntax diatas mengandung script PHP. Nah, untuk halaman diatas saya mencoba membuat variabel dengan nama $nama berisikan nama saya yang dipanggi dengan perintah echo seperti diatas.
Hasil tampilan dari syntax diatas


Nah selanjutnya saya akan memberikan contoh untuk operator penugasan

<?php
$a = 5; //line 2 sampai 5 adalah integer
$b = 7;
$a += 5;
$b = ($c=11) + 3;
echo "Nilai variabel a adalah = $a";
echo "<BR>";
echo "Nilai variabel b adalah = $b";
echo "<BR>";
echo "Nilai variabel c adalah = $c";
?>

Sama dengan contoh sebelumnya, hanya saja contoh ini ditambahkan dengan proses penjumlahan dan jumlah variabelnya.
Hasil percobaannya



IF dan IF else
Selanjutnya contoh dengan status kontrol.

<?php
$a = 5;
$b = 7;
echo "a = $a<br />";
echo "b = $b<br />";
if ($a == $b) {
  echo "$a sama dengan $b<br />";
} elseif ($a > $b) {
  echo "$a lebih besar dari $b<br />";
} else {
  echo "$b lebih besar dari $a<br />";
}
?>

Nah, untuk syntax halaman HTML ini saya menggunakan operator ==, >, dan <. Saya mencoba mendeklarasikan isi dari variabel a dan b kedalam status kontrol lebih besar, lebih kecil, atau pun sama dengan. Disini juga saya menggunakan fungsi if dan elseif, if dan elseif sendiri merupakan jika sesuai kondisi maka dilakukan a dan jika tidak akan melakukan b atau c begitu seterusnya.
Hasil percobaannya

 

FOR DAN BREAK

Contoh syntax untuk FOR dan BREAK

<?php
for ($i = 1; $i <= 10; $i++) {
     if ($i == 6) { //boolean
           break;
     }
     echo "\$i=$i <BR>";
}
?>

Fungsi for diatas digunakan untuk melakukan pengulangan dari variabel i dari angka 1 sampai dengan kurang dari sama dengan 10. Namun, jika i sudah mencapai angka sama dengan 6 maka proses dihentikan dengan perintah break sehingga hanya mencapai 5 saja.
Hasil percobaannya

 


ARRAY
Array adalah variabel yang berisi lebih dari 1 variabel atau variabel jamak, contohnya, kita memiliki beberapa nama hewan(variabel), nah, daripada kita menggunakan banyak variabel seperti, $hewan1, $hewan1, $hewan3 dst, lebih baik kita menggunakan $hewan namun dengan metode array.
Berikut saya beri contoh sebuah syntax array nama anak.

<?php
$anak[0] = "Taka";
$anak[1] = "Toru";
$anak[2] = "Ryota";
echo "Isi array 0 adalah $anak[0]";
echo "<br>";
echo "Isi array 1 adalah $anak[1]";
echo "<br>";
echo "Isi array 2 adalah $anak[2]";
echo "<br>";
?>

Analisanya, diatas adalah saya memiliki variabel anak dengan beberapa isinya, sehingga kita ketika akan memanggil tinggal menggunakan variabel anak tersebut dengan diikuti nomor urutannya.
Hasilnya adalah



BUILT IN

Fungsi built in adalah fungsi yang sudah tertanam didalam program PHP sehingga pengguna bisa langsung memakainya, seperti akar kuadrat, upper, dan lower text.
Contoh syntax yang menggunakan built in

<?php

//pemakaian fungsi built in string

$str = "Belajar PHP ternyata menyenangkan";
echo strtolower($str); //ubah huruf ke kecil semua
echo "<br>";
echo strtoupper ($str); //ubah huruf ke besar semua
echo "<br>";
echo str_replace ("menyenangkan","Mudah loh guys",$str); //mengganti string
?>

Nah syntax diatas menggunakan built in lower, upper, dan replace terhadap variabel $str. Lower sendiri digunakan untuk mengubah huruf ke kecil semua dan upper adalah untuk mengubah huruf ke besar semua. Sedangkan replace digunakan untuk  mengganti suatu kata.
Hasilnya adalah



UDF
Fungsi UDF (User Defined Function) adalah fungsi yang dibuat sendiri oleh pemrogram. Sebaiknya diletakkan paling atas agar memudahkan dalam proses eksekusi atau debugging dalam tahap pembuatan atau pengembangan program.
Contoh UDF Luas persegi panjang

<?php
//pemakaian fungsi UDF: Dengan  nilai baik
function psgpjg ($pjg, $lbr) { //membuat fungsi/argumen baru
     $luas = $pjg * $lbr;
     return $luas;
}
$bil1= 5;
$bil2= 3;
echo "Luas persegi panjang dengan panjang 5 dan lebar 3 = ";
$luas=psgpjg($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
echo "hasil : $luas <br>";
?>

Analisanya, saya diatas menggunakan rumus persegi panjang yang dideklarasikan dipaling atas. Dimana variabel yang digunakan adala luas, pjg, lbr. Untuk pjg dideklarasikan kembali ke variabel bil1 can lbr ke bil2.
Hasilnya adalah


MODULARISASI
Modularisasi umum dilakukan dan sangat diperlukan untuk mempermudah debugging dan pengembangan program. Modularisasi berarti melakukan pembuatan program berdasarkan modul modul yang dimana modul dapat berupa fungsi atau prosedur.
Mari kita langsung ke contoh
Contoh modularisasi include
Syntax yang akan dipanggil

<?php
echo "===============<br>";
echo " My Own Hompage<br>";
echo "===============<br>";
?>

Syntax pemanggil

<?php
include("modul2latihan1-5.php");
echo "<br>";
echo "ini diluar dari include";
?>

Jadi untuk memanggil syntax dengan cara include lalu nama file dari syntax yang akan dipanggil.
Hasilnya




BAB 1 LATIHAN 2

Membuat syntax seperti proses kalkulator

<?php
function jumlah ($bil1, $bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $jumlah = $bil1 + $bil2;
     return $jumlah;
}
function kurang ($bil1, $bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $kurang = $bil1 - $bil2;
     return $kurang;
}
function kali ($bil1, $bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $kali = $bil1 * $bil2;
     return $kali;
}
function bagi ($bil1, $bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $bagi = $bil1 / $bil2;
     return $bagi;
}
function mod ($bil1, $bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $mod = $bil1 % $bil2;
     return $mod;
}
$bil1= 10;
$bil2= 5;
$optambah = "+";
$opkurang = "-";
$opkali = "*";
$opbagi = "/";
$opmod = "%";
     echo "Bil1 = $bil1 <br>";
     echo "Bil2 = $bil2 <br>";
     echo "Operator = $optambah <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1 + $bil2 =";
$jumlah=jumlah($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$jumlah <br><br>";
     echo "Operator = $opkurang <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1 - $bil2 =";
$kurang=kurang($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$kurang <br><br>";
     echo "Operator = $opkali <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1 * $bil2 =";
$kali=kali($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$kali <br><br>";
     echo "Operator = $opbagi <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1 / $bil2 =";
$bagi=bagi($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$bagi <br><br>";
     echo "Operator = $opmod <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1 % $bil2 =";
$mod=mod($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$mod <br><br>";
?>

Hasilnya



BAB 1 LATIHAN 3
Program mengurutkan 5 buah data acak

<?php
$anak = array("Rifki","Didi","Gigsy","Vini","Taka");
sort ($anak);
foreach($anak as $data){
     echo $data;
     echo "<br>";
}
?>

Pada syntax diatas saya akan mengurutkan nama nama yang ada pada array sesuai urutan abjad dengan fungsi sort, dan $anak diterjemahkan menjadi $data agar array bisa dipanggil.
Hasilnya:


BAB 2 LATIHAN 2

1.     Mencari nilai max dan rata – rata

<?php
//$angka=array(87,21,15);//
$angka[0]= 87;
$angka[1]= 21;
$angka[2]= 15;

     echo "Input Data:<br>";
     echo "Data 0 : $angka[0]<br>";
     echo "Data 1 : $angka[1]<br>";
     echo "Data 2 : $angka[2]<br><br>";
     echo "Output Data:<br>";
     echo "MAX : ".max($angka)."<br>";
     echo "Nilai Rata Rata : ".array_sum($angka)/count($angka);
     echo "<br>";
?>

Analisisnya adalah diatas saya menggunakan array untuk mendeklarasikan variabelnya sehingga untuk input data didapat dari array. Untuk mencari nilai max menggunakan fungs max($angka) dimana nilai – nilai dikirim dalam bentuk array. Dan untuk mencari rata rata saya menggunakan rumus menjumlahkan semua nilai aray dibagi jumlah array.
Hasilnya:



2.    Program kalkulator dengan parameter yang dikirim ke fungsi dengan array dan diberikan header dan footer dipanggil perintah include

Modullatihan1-5.php

<?php
echo "===============<br>";
echo " My Own Hompage<br>";
echo "===============<br>";
?>

Modullatihan1-52.php

<?php
echo "===============<br>";
echo " END OF MY PAGE<br>";
echo "===============<br>";
?>

Syntax inti

<?php
include("modul2latihan1-5.php");
echo "<br>";

$angka[0]= 87;
$angka[1]= 21;

function jumlah ($bil1,$bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $jumlah = $bil1+$bil2;
     return $jumlah;
}
function kurang ($bil1,$bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $kurang = $bil1-$bil2;
     return $kurang;
}
function kali ($bil1,$bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $kali = $bil1 * $bil2;
     return $kali;
}
function bagi ($bil1,$bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $bagi = $bil1 / $bil2;
     return $bagi;
}
function mod ($bil1,$bil2) { //membuat fungsi/argumen baru
     $mod = $bil1 % $bil2;
     return $mod;
}
$bil1= "$angka[0]";
$bil2= "$angka[1]";
$optambah = "+";
$opkurang = "-";
$opkali = "*";
$opbagi = "/";
$opmod = "%";
     echo "Bil1 = $angka[0] <br>";
     echo "Bil2 = $angka[1] <br>";
     echo "Operator = $optambah <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1+$bil2=";
$jumlah=jumlah($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$jumlah <br><br>";
     echo "Operator = $opkurang <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1-$bil2 =";
$kurang=kurang($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$kurang <br><br>";
     echo "Operator = $opkali <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1*$bil2 =";
$kali=kali($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$kali <br><br>";
     echo "Operator = $opbagi <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1*$bil2 =";
$bagi=bagi($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$bagi <br><br>";
     echo "Operator = $opmod <br>";
     echo "Hasilnya : $bil1%$bil2 =";
$mod=mod($bil1,$bil2); //harus sesuai argumen diatas
     echo "$mod <br><br>";
    
include("modul2latihan1-52.php");
echo "<br>";
?>

Analisisnya adalah saya membuat program kalkulator seperti yang diatas di contoh sebelumn2nya hanya saja disini saya menggunakan array sebagai inputan  dan mengiring fungsi langsung ke parameternya dan juga diberikan header dan footer dengan fungsi include.
Hasilnya adalah




Sekian sharing saya kali ini, semoga bermanfaat ya guys! :D

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memahami Dasar Controller dan View Pada Laravel

Memahami Dasar Controller dan View Pada Laravel Ya, sesuai judul diatas, setelah mempelajari dasar laravel khususnya routing laravel pada bahasan sebelumnya, selanjutnya kita akan Memahami Dasar Contoller dan View Pada Laravel. Sebelumnya kita harus tahu konsep MVC. M adalah Model, Model digunakan untuk query atau proses mengambil data dari database. V adalah View, View digunakan untuk tampilan user berupa html, css, js dan data yang bersifat client. Sedangkan C adalah Controller, yang digunakan untuk mengatur atau menjembatani antara model dan view juga bisa digunakan untuk mengatur alur program. Untuk langkah awal buka file web.php, dan didalam folder controllers buat file dengan nama ProfileController.php. Di materi sebelumnya kita lngsung mengedit di file web.php pada route. Kali ini saya akan mencoba untuk membuat coding yang terpisah dengan file route, kita hanya memanggil indexnya dalam route::get. Setelah membuat ProfileController.php di folder kel1 ya...